News

RADIKAL BEBAS

POSTED ON 01-04-2021

01
Apr



Radikal bebas? Apa Saja Dampak atau Bahayanya Terhadap Tubuh kita???
Dampak atau bahaya yang dapat ditimbulkan oleh radikal bebas sangat beragam,
mulai dari gangguan kesehatan tersamar yang tidak dirasakan hingga penyakit berbahaya.
Dengan kata lain, ada radikal bebas yang hanya memengaruhi bagian luar dari sel,
tapi ada juga yang merusak hingga ke inti sel. Elektron tidak berpasangan dari suatu
molekul radikal akan bereaksi dengan molekul yang menyusun tubuh manusia,
baik yang berada di sitoplasma maupun DNA yang menyusun tubuh.
Menurut Buku The Healing Power of Antioxidant (2012) oleh Lanny Lingga, Ph.D,
definisi radikal bebas adalah Radikal bebas adalah atom yang memiliki elektron bebas
atau elektron yang tidak berpasangan. Elektron yang tidak berpasangan tersebut bersifat
tidak stabil, sehingga bersifat liar dan mudah menggandeng molekul lain yang ada di sekitarnya.
Ikatan inilah yang dapat menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.
Radikal bebas adalah senyawa oksigen reaktif yang memiliki elektron yang tidak berpasangan
dan mencari pasangannya dengan cara mengikat molekul elektron yang ada
di sekitarnya.
Radikal bebas adalah molekul yang tidak teroksidasi menyebabkan terbentuk molekul baru
yang dapat merusak sel tubuh.

Apa sih yang menyebabkan radikal bebas mempunyai dampak berbahaya bagi kita?
Salah Satu Dampak dari Radikal Bebas Bagi tubuh kita diantaranya :
1. Penyebab stres oksidatif
Stres oksidatif adalah keadaan di mana ketidakseimbangan antara produksi radikal bebas
dan pertahanan antioksidan. Stres oksidatif melemahkan sel dan jaringan hidup,
dan dapat membuat diri kita rentan terhadap masalah kesehatan tertentu.
Beberapa masalah kesehatan yang diakibatkan oleh stres oksidatif, seperti:
• Penyakit sistem saraf pusat, seperti alzheimer dan demensia
• Penyakit kardiovaskular karena arteri yang tersumbat
• Gangguan autoimun dan inflamasi, seperti rheumatoid arthritis dan kanker
• Katarak dan penurunan penglihatan terkait usia
• Hilangnya elastisitas kulit, kerutan, rambut beruban, rambut rontok,
  dan perubahan tekstur rambut
• Diabetes.
• Gejala dari stres oksidatif meliputi kelelahan, sakit kepala, sensitivitas kebisingan,
  kehilangan ingatan, nyeri otot dan sendi, kerutan dan rambut beruban, gangguan penglihatan,
  dan penurunan kekebalan tubuh.


2. Radikal bebas merusak kulit
Karena sifatnya yang reaktif, radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada kulit.
Hal tersebut terjadi apabila molekul mencoba untuk menarik elektron untuk
menstabilkan diri mereka. Radikal bebas dapat menyebabkan kerusakan pada DNA kulit kita
sehingga menyebabkan sel-sel baru kita tumbuh dengan tidak tepat dan akhirnya kamu
mengalami penuaan dini.

3. Kerusakan sel
Pada dasarnya, tubuh kita dapat melawan radikal bebas.
Pertambahan usia memengaruhi tubuh kita dalam menangani apa itu radikal bebas.
Seiring pertambahan usia, tubuh kehilangan kemampuannya untuk melawan efek radikal bebas.  
Hasilnya adalah lebih banyak radikal bebas dalam tubuh,
dan organ apa pun yang dimiliki sel itu tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.
Radikal bebas bisa berada disekitaran kita,dan sangat mudah kita dapat terpapar dengan
berbagai cara.
Beberapa penyebab atau pemicu dari radikal bebas yang berada disekitar lingkungan
kita diantaranya :
1. Polusi udara
2. Sinar Matahari (radiasi UV)
3. Rokok
4. Minuman Keras (Alkohol)

NCBI (2010). Free radicals, antioxidants and functional foods: Impact on human health
https://www.medicalnewstoday.com/articles/318652#How-do-free-radicals-damage-the-body
Live Science (2016).What Are Free Radical?
The Healing Power of Antioxidant (2012)
health.kompas.com /radikal-bebas--pengertian-jenis-dan-bahaya

Salam Dazzling People